Pandangan Negatif Dengan Esports Mobile Legends

Pandangan Negatif Dengan Esports Mobile Legends

April 20, 2019 0 By vidi

Banyak orang sekarang ini sudah kenal dengan Mobile Legends Bang Bang. Game ini menjadi booming di Indonesia sebagai esports. Hal ini tentu tidak disangka banyak orang. Dari kacamata gamer, Mobile Legends ini dianggap sebagai imitasi LoL yang bisa dimainkan dari smartphone.

Game mobile biasanya dipandang sebelah mata saja. Hal ini terbukti dari kasus April Mob tahu lalu oleh pemain pro moba Farand ‘Koala’ Korawa. Ia mengatakan akan berpindah menjadi pro atlet Mobile Legends sebagai guyonan saja. Tapi ternyata para fans menganggap ini hal serius dan membalas comment ini dengan mengejek Mobile Legends.

Granger

MLBB

Perbandingan ini tentu tidak tepat. Pemain pro ini lebih aktif di LoL dan game ini memiliki grafik serta mekanik tombol yang lebih complex, tapi secara keseluruhan kompetisi dalam game Mobile Legends ini tetap legit. Game moba dari Moonton ini tetap menantang dan perlu dimainkan dengan strategy, apalagi di tingkat esports.

Apakah sebenarnya alasan esports Mobile Legends masih direndahkan pada waktu itu? Tentu tahun lalu nama game Mobile Legends belum sebesar 2019. Pada waktu itu, kamu juga pasti tahu bahwa banyak pertandingan yang diadakan di Indonesia. Hadiah turnamen tersebut juga cukup besar dan menarik perhatian, tapi dari sisi sosialisasi, tidak banyak media outlet yang membahasnya.

Layla Fanny Freya Mobile Legends

MLBB

Event Mobile Legends Professional League pada waktu itu juga sudah mulai dianggap serius beberapa team esports, tapi mengapa cibiran masih tetap datang? Jawaban dari hal ini tentu karena orang tidak tahu. Sampai saat ini banyak orang yang kaget saat diberitahu bahwa Mobile Legends: Bang Bang bahkan menjadi game mobile pertama yang mampu mengadakan turnamen skala nasional. Event ini diadakan untuk murid tingkat SMA dan SMK dan dinamai HSL.

Kritik yang sering dikeluarkan untuk Mobile Legends adalah bentuknya yang mirip LoL. Dari segi aset maps-nya memang mirip, tapi hal ini sebenarnya disengaja. Orang yang terbiasa bermain moba LoL tentu akan mudah transfer ke game ini hanya dengan melihat map dan menu-nya.

Kebanyakan orang yang merendahkan Mobile Legends karena kurang wawasannya. Esports itu adalah kompetisi yang menggunakan media elektronik. Jadi game seperti Tetris tetap bisa menjadi ajang esports jika banyak yang mendukung.

hsl

hsl

Kompetisi esports tentu tidak peduli dengan bentuk game dan media tempat game tersebut dimainkan. Pada era dulu, esports fighting game lebih sering menggunakan cabinet arcade daripada console. Media seperti ini tidak mendapatkan sindiran apapun dan diterima dengan baik.

Untungnya kritik seperti ini sekarang mulai jarang keluar dari kalangan gamer Indonesia. Cibiran lebih sering keluar dari komunitas gamer barat yang tidak terbiasa dengan esports mobile. Mengubah persepsi gamer memang butuh proses, tapi hal ini akan membuat kita semua menjadi lebih mudah menerima perbedaan.

Bagi kamu yang masih tidak percaya bahwa Mobile Legends itu game yang menantang dan pantas jadi esports, coba download Mobile Legends APK dan mainkan sendiri. Jika mencoba sendiri, kamu akan mendapat gambaran lebih jelas tentang game ini.