Kelemahan RRQ Terkuak di BEKRAF Game Prime

Kelemahan RRQ Terkuak di BEKRAF Game Prime

July 19, 2019 0 By vidi

Anda yang menyukai esports, tentu sudah tidak asing lagi dengan tim RRQ Mobile Legends yang punya prestasi gemilang. RRQ adalah salah satu tim raksasa esports Mobile Legends dengan Lemon sebagai icon frontmannya. Tim ini punya kekuatan dan kekompakan yang sulit ditandingi oleh tim besar lainnya di esports Mobile Legends.

Pada ajang turnamen Mobile Legends “Clash of Titans” BEKRAF Game Prime 2019, RRQ menjadi tim yang paling ditunggu-tunggu penampilannya. Walaupun Louvre yang tampil sebagai pemenang, RRQ tetap jadi icon penyebab meriahnya keberlangsungan BEKRAF Game Prime 2019 tersebut. Itu terjadi, karena dua tim raksasa esports Mobile Legends yakni EVOS dan ONIC tidak tampil pada ajang turnamen tersebut.

bola.net

RRQ selalu bermain baik dan punya prestasi yang cukup gemilang di turnamen BEKRAF Game Prime. Sang Raja, itu lah julukan RRQ mengingat turnamen BEKRAF Game Prime pada tahun lalu dijuarai oleh tim ini. Namun, pada ajang BEKRAF Game Prime 2019, RRQ harus menerima kekalahan atas Louvre dengan skor tipis 1-2.

Kekalahan RRQ tersebut nampak membuat tim ini melepas ambisinya untuk mempertahankan gelar sebagai juara. Sepanjang keberlangsungan ajang BEKRAF Game Prime 2019, RRQ nampak sedikit menampilkan kelemahannya. Jika Anda menyaksikan penampilan RRQ yang memukau di ajang tersebut, mungkin Anda juga menyaksikan sedikit kelemahan RRQ yang nampak.

rrq ml

RRQ nampak lebih mengandalkan skill ditimbang kerja sama tim saat pertarungan sudah mencapai late game. Ketika memenangkan pertandingan atas GGWP 2-0, skill individu selalu diperlihatkan oleh Lemon CS yang memberikan kesan angkuh. Tak jarang, RRQ hampir kalah dalam pertandingan hanya karena para pemainnya lebih menonjolkan skill ditimbang team fight.

Duet iconic Lemon dan Tuturu masih menjadi motor serangan utama tim RRQ ketika menghadapi tim yang berlevel setingkat dibawahnya. Lemon yang gemar menggunakan hero-hero lincah, minimal memproduksi 10 kill tanpa mati. Sedangkan Tuturu, sering kali enggan recall saat HP dibawah 2% hanya untuk memperlihatkan taringnya sebagai raja marksman.

Sementara itu, trio eks Aerwolf Billy-Rave-LJ tampil dengan kombinasi yang baik walau tanpa kontribusi Lemon dan Tuturu. Hal tersebut nampak memberi kesan bahwa Lemon dan Tuturu belum sepaham dengan trio eks Aerwolf yakni Billy-Rave-LJ. Semacam ada dua kubu gaya permainan antar Lemon-Tuturu dengan trio eks Aerwolf yang belum membaur di tubuh RRQ saat ini.

Kelemahan lain yang diperlihatkan RRQ adalah kurangnya chemistry dan kepercayaan antara sesama anggota. Anda yang melihat permainan RRQ pada ajang BEKRAF Game Prime 2019 pasti melihat kekurangan ini. Seringkali Lemon dan Tuturu meninggalkan lane karena khawatir rekan satu timnya tak mampu menjaga diri dan turret.

Louvre berhasil membuktikan bahwa chemistry dan kepercayaan antara sesama anggota tim sangat lah penting. Kemenangannya atas RRQ di ajang BEKRAF Game Prime 2019 dengan skor 2-1 adalah pembuktian yang tak terbantahkan. Louvre tidak terlalu memperlihatkan skill individu karena kenyataannya, kerja sama tim memang lebih penting.

Ketergantungan tim RRQ kepada Lemon disetiap turnamen Mobile Legends juga masih menjadi kekurangan yang sangat kontras di mata public. Itu terlihat sekali ketika RRQ menyerang lawan tanpa Lemon yang akhirnya sering berujung dengan comeback bagi musuh. Lemon memang hebat, namun anggota RRQ lain jadi terlihat mengandalkannya sebagai juru kunci kemenangan.

Seperti itu lah informasi mengenai kelemahan tim RRQ yang terkuak di ajang BEKRAF Game Prime 2019. Informasi ini bukan bertujuan untuk menjustifikasi pihak tertentu, namun untuk memberikan kita pembenaran bahwa kerja sama itu penting. Bukan kerja sama dalam permainan esports Mobile Legends saja, namun juga kerja sama dalam hal lainnya.