EVOS Angkat Bicara Terkait Soal Erick Herlangga

EVOS Angkat Bicara Terkait Soal Erick Herlangga

July 5, 2019 0 By vidi

Masalah terkait investasi MPL Season 4 sepertinya masih tetap jadi bahasan yang menarik untuk para komunitas Mobile Legends di Indonesia. Terkait peraturan baru berupa investasi sebesar 15 miliar bagi tim yang ingin bergabung, Louvre melalui Erick Herlangga sudah menyatakan keberatannya.

Bagi pemilik Louvre tersebut, biaya Rp 15 miliar hanya akan membuat sportivitas olahraga esports tercoreng. Bagaimanapun, sebuah kompetisi harus dilakukan secara adil. Jika tim yang berkontribusi pada MPL Season 4 harus membayar investasi sebesar Rp 15 miliar, ini sangat tidak adil. Mengapa? Karena dengan aturan ini, hanya tim-tim besar saja yang bisa ikut.

Tak berhenti sampai disitu saja, setelah Moonton menyampaikan sedikit klarifikasinya, Erick pun kembali menyuarakan pendapatnya dengan memberikan 3 poin masukan kepada Moonton. Tiga poin masukan yang disampaikan oleh Erick inilah yang membuat Wakil Presiden Evos Esports angkat bicara. Bagaimana pendapat EVOS Esports?

Yohanes “Joey” Siagian akhirnya ikut angkat bicara terkait dengan pernyataan yang dibuat oleh pemilik Louvre. Kemarin, Joey memberikan pernyataannya melalui postingan facebook terbarunya. Dalam postingan tersebut, Joey mempertanyakan poin-poin tuntutan yang disampaikan oleh Erick, terutama yang menyatakan bahwa Erick  aktif mencari perlindungan untuk pemilik esports yang lainnya.

“Aktif mencari perlindungan bagi owner lain, padahal timnya sendiri tidak masuk..” begitu ungkapnya. Lebih lanjut, Joey juga mengungkapkan bahwa tim sekelas RRQ, Aerowolf, ONIC Esports, GF, dan seterusnya pasti juga punya pertimbangan panjang untuk melakukan investasi sebesar Rp 15 miliar tersebut. Dengan pernyataan yang dibuat oleh Erick Herlangga, ini seolah-olah tim lain tidak berpikir matang sebelum mendaftarkan diri untuk mengikuti MPL Season 4.

Joey juga menekankan bahwa dirinya dan para owner lain pasti sudah melewati masa pertimbangan yang matang sebelum memutuskan untuk “investasi” ke MPL Season 4. Jika para owner sudah OK, hak mereka untuk memakai sumber daya sesuai dengan pemikiran masing-masing. Jika setelah dipikirkan dan direncanakan tetap merugi, ini murni jadi keputusan masing-masing organisasi esports.

Sesuai dengan klarifikasi yang dilakukan oleh Moonton, uang investasi yang dinilai sangat besar ini sebenarnya ditujukan untuk memperbaiki scene kompetitif esports Indonesia. Dalam kata lain, uang investasi dari tim akan kembali ke tim dalam berbagai bentuk. Moonton juga menyebutkan bahwa tak hanya tim yang bertanding saja yang melakukan investasi. Moonton pun ikut melakukan investasi untuk kemajuan esports di Indonesia, khususnya untuk divisi Mobile Legends.

Moonton Sendiri juga sepakat bahwa langkah yang dibuatnya ini memang sebuah proses yang menyiksa dan juga memberatkan untuk para tim. Akan tetapi, langkah ini harus dilakukan agar Scene kompetitif Mobile Legends tetap subur dan tidak mati. Rencananya, Moonton juga akan membawa kompetisi MPL menuju ke level berikutnya.

Layaknya sebuah keputusan, pasti ada pro dan kontra. Dalam hal ini, Louvre memang bersikeras menyatakan ketidaksetujuan mereka. Akan tetapi, sebuah keputusan tidak boleh dilihat dari satu sudut pandang saja. Kita harus bisa melihat dari berbagai sisi, termasuk sisi positif dan negatifnya. Dengan begitu, pendapat kita bisa lebih berdasar dan lebih logis.

Dari pernyataan Wakil Presiden EVOS Esports tersebut, sepertinya EVOS mengirimkan timnya untuk menuju MPL Season 4. Seperti yang sudah sedikit disinggung kemarin, akan ada 8 tim yang ikut menyemarakkan MPL Season 4. Siapa lagi 7 sisanya? Sebelum press conference resmi dari pihak Moonton, mari kita berspekulasi.