Efek Seandainya Game Mobile Legends Diharamkan

Efek Seandainya Game Mobile Legends Diharamkan

April 11, 2019 0 By vidi

Beberapa waktu lalu, kamu tentu pernah dengan bahwa ada berita MUI akan tetapkan fatwa haram untuk game PUBG. Hal ini tentu menjadi kontroversi yang hot dikalangan para gamer. PUBG di Indonesia tergolong game besar dan bahkan memiliki kompetisi esports yang serius. Jika hal ini sampai dikatakan haram, bagaimana nasib game esports yang lainnya?

Jika berbicara tentang game mobile yang setingkat popularitasnya dengan PUBG di Indonesia, tentu nama Mobile Legends akan muncul. Game yang satu ini sudah direncanakan akan menjadi salah satu kategori pada kompetisi ASEAN Games 2019 dan baru saja menyelesaikan event besar Piala Presiden.

Pada saat berita masalah haram PUBG keluar, komunitas Mobile Legends Indonesia juga ikut panik. Banyak yang takut game populer yang mulai dipandang positif ini menjadi dilarang di tanah air. Jika sudah begitu, para pemain pro yang saat ini menggantungkan karir-nya pada kompetisi esports tentu akan kehilangan pemasukan.

Mobile Legends characters Freya 5

youtube

Sepertinya pihak MUI terlalu meremehkan sebesar apa efek menjadikan sebuah game haram. Mereka menganggap hal seperti PUBG hanyalah game belaka, tapi hal ini tentu lebih dari itu. Agar lebih simple, mari kita aplikasikan situasi haram ini terhadap Mobile Legends yang kamu sudah kenal.

Semua pemain pro yang sedang berkompetisi pasti ingin meraih prestasi. Jika Mobile Legends menjadi haram, apakah prestasi yang mereka capai tidak lagi membanggakan? Hal ini sama halnya dengan mengatakan sepak bola haram.

Mobile Legends characters Freya 1

youtube

Industri esports Mobile Legends di Indonesia sekarang ini terhitung besar. Event – event yang sudah direncanakan tentu mengeluarkan biaya. Mulai sewa tempat pertandingan, peralatan livestream, promosi dan penjualan tiket adalah pengeluaran yang tidak sedikit. Jika fatwa haram jatuh untuk Mobile Legends, biaya yang sudah keluar ini akan terbakar percuma.

Hal lain lagi adalah event ASEAN Games 2019. Jika Mobile Legends sampai dikatakan haram, apakah Indonesia tidak bisa ikut kompetisi ini? Di negara dengan Islam kental seperti Malaysia dan Brunei Darussalam saja game tidak dinyatakan berbahaya. Hal seperti ini tentu memalukan, mengingat event internasional ini mulai berkembang menyentuh esports.

Games pada dasarnya hanyalah games, jika ada yang kecanduan dan rusak kehidupannya karena hal ini, tentu itu salah orangnya sendiri. Bisa saja mentalnya tidak kuat dan tergoda sehingga kehilangan kendali. Terkadang peran orang tua juga penting untuk menghindarkan si anak dari ketagihan game.

Layla Mobile Legends

Mobile-Legends.net

Baik orang tua ataupun anak – anak seharusnya bebas memilih games yang mereka mainkan. Jika ada yang pergi ke PlayStore untuk Mobile Legends download, orang tersebut hendaknya tidak dikatakan melakukan perbuatan buruk. Hal ini sama saja seperti mendownload musik ataupun app sosial media.

Sebagai gamers, jangan sampai negara ini membuat masalah download Mobile Legends menjadi masalah agama. Mudah – mudahan MUI menyadari hal ini dan membatalkan niatnya.