MPU Aceh Tetapkan Mobile Legends juga Haram

MPU Aceh Tetapkan Mobile Legends juga Haram

June 26, 2019 0 By vidi

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh sudah mengeluarkan fatwa bahwa game PUBG Mobile dan sejenisnya haram pada 19 Juni 2019 lalu. Dengan adanya keputusan ini, masyarakat aceh pun akan kesulitan untuk mengakses game digital ini. Masalahnya, tak hanya PUBG Mobile yang dilarang, tetapi game-game dengan tema serupa juga dilarang untuk dimainkan, termasuk Mobile Legends.

Setidaknya ada lebih dari 10 game yang diharamkan oleh MPU Aceh. Hal ini sesuai dengan hasil sidang yang dilakukan oleh MPU bersama psikolog dan para ahli di bidangnya. Dari hasil sidang tersebut, game-game dengan tema kekerasan dan pembunuhan memang memberikan dampak negatif bagi psikologis masyarakat. Untuk menanggulangi dampak negatif yang ada, MPU pada akhirnya memilih untuk mengharamkan game-game tersebut.

Tak hanya PUBG Mobile, setidaknya ada 10 lebih game yang diharamkan oleh pemerintah Aceh. Daftar game yang dilarang tersebut di antaranya adalah PUBG, Free Fire, Mobile Legends, Lords Mobile: Battle of Empire, Rise of Kingdoms, Clash of Kings, Lineage w Revolution, Crisi Action, Ragnarok M: Eternal Love, Modern Combat 5: Blackout, Blitz Brigade, Call of Duty Heroes, Point Blank Mobile, serta Final Shot. Jumlahnya sangat banyak, bukan? Dengan begitu praktis hiburan digital masyarakat aceh pun akan berkurang drastis.

Pelarangan ini pun tak main-main. Ada lebih dari 10 game yang telah dilarang di Aceh. Meski begitu, pemerintah belum memberikan sanksi yang tegas untuk orang-orang yang masih memainkan game ini. Pada tahap ini, pemerintah masih terus melakukan sosialisasi agar seluruh masyarakat Aceh mengetahui bahwa game-game ini telah dilarang untuk dimainkan.

Untuk Anda yang masih mempertanyakan tentang mengapa game ini diharamkan, Anda bisa menyimak penjelasan lengkapnya berikut ini. Pertama-tama, keputusan ini diambil berdasarkan sidang paripurna ulama III yang diselenggarakan oleh MPU pada 17 – 19 Juni 2019. Salah satu agenda dari sidang tersebut adalah membahas tentang fatwa haram game mobile online PUBG Mobile dan sejenisnya. Pengesahan fatwa ini telah disetujui oleh 47 anggota MPU yang datang pada sidang tersebut. Selain karena alasan bahwa game ini lebih banyak madharatnya daripada manfaatnya, MPU Aceh  juga menyebutkan bahwa game-game ini menggunakan simbol-simbol yang menghina agama Islam. Jadi, untuk mencegah kemungkinan perilaku aneh yang ditimbulkan akibat terpapar kekerasan yang terus menerus, dan juga untuk tetap menjaga kewibawaan Islam, game peperangan ini pada akhirnya resmi diharamkan. PUBG Mobile, Free Fire, Mobile Legends, dan lain-lain seperti yang sudah disebutkan di atas tak lagi bisa dimainkan di Aceh.

Fatwa haram ini tentu menimbulkan banyak pro kontra. Meski fatwa haram ini hanya berlaku untuk regional Aceh. Tak sedikit orang dari luar aceh yang menyayangkan keputusan tersebut. Seperti yang kita tahu bersama, iklim esports untuk mobile game di Indonesia sedang berkembang pesat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang diraih anak negeri dalam esports. Pada cabang esports Mobile Legends, misalnya, telah membawa pulang trofi bergengsi MSC 2019. Ini menjadi bukti bahwa Mobile Legends juga punya dampak positif yang bisa mengharumkan nama Indonesia.

Adanya fatwa haram untuk game-game jenis peperangan tentu saja akan menghalangi pertumbuhan esports di Indonesia. Semoga saja ada titik tengah yang menjembatani persoalan ini. Berkaitan dengan pelarangan game online, tak hanya pemerintah Aceh saja yang melakukan langkah ini. Sebelumnya, pemerintah India, Nepal, dan juga Irak juga pernah melakukan pelarangan yang serupa.