Mobile Legends Mulai Subur di Amerika Serikat

Mobile Legends Mulai Subur di Amerika Serikat

June 10, 2019 0 By vidi

Jumlah pemain aktif Mobile Legends tertinggi adalah berasal dari kawasan Indonesia dan Asia. Tak hanya populer di Indonesia, saat ini Mobile Legends juga tumbuh subur di negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Untuk kita yang tinggal di Indonesia, pasti sudah tidak asing lagi dengan Mobile Legends. Game ini cukup populer untuk game mobile.

Mobile Legends: Bang Bang pada dasarnya merupakan game dengan jenis MOBA. Game versi mobile ini sudah dirilis sejak 2016 lalu, tepatnya pada 11 Juli 2016. Mobile Legends sendiri dikembangkan oleh Moonton. Game yang sangat populer di Indonesia ini merupakan game arena pertarungan secara online dengan banyak pemain. Ini adalah salah satu game MOBA  yang populer di antara sederet game mobile sejenis lainnya.

Belakangan ini, pertumbuhan game Mobile Legends di Amerika Serikat juga cukup baik. Bisa dibilang, game buatan Moonton ini mengalami perkembangan yang sangat impresif. Berdasarkan data yang diperoleh dari Sensor Tower, saat ini angka pertumbuhan Mobile Legends di negeri Paman Sam tersebut mencapai angka 33 persen. Ini tentu menjadi nilai yang cukup bagus mengingat adanya persaingan ketat antara Mobile Legends yang berjenis MOBA dengan game battle royal lainnya.

Tak hanya mencapai nilai angka yang impresif, pemain Mobile Legends di Amerika Serikat juga tak ragu untuk membelanjakan uang di game tersebut. Saat ini tercatat ada transaksi mencapai US$ 5.8 juta atau jika dirupiahkan sekitar Rp 83 miliar. Nilai ini menjadi bukti bahwa masyarakat Amerika Serikat mulai memberikan perhatian untuk game buatan Montoon ini.

Selain Mobile Legends, ada juga game dengan genre MOBA yang cukup populer di Amerika Serikat, yaitu Arena of Valor atau AoV dan Vainglory. Game Arena of Valor ini menduduki posisi kedua untuk game dengan genre MOBA yang paling laris di Amerika Serikat. AoV berhasil meraih penghasilan sebesar 1.3 juta dolar AS atau sekitar Rp18 miliar. Lalu, di posisi Ketiga, ada Vainglory. Game MOBA yang satu ini berhasil memperoleh keuntungan sebesar 420 ribu dolar AS atau sekitar Rp6 miliar.

Meski ada kenaikan jumlah keuntungan Mobile Legends di Amerika Serikat, ternyata jumlah tersebut hanya sekitar 12% saja dari seluruh pendapatan Mobile Legends global. Berbeda jauh dengan Indonesia dan juga Malaysia yang masih menjadi sumber pendapatan utama pihak Montoon. Baik Indonesia maupun Malaysia masing-masing menyumbang penghasilan sebesar 35 persen dari penghasilan global.

Ada banyak faktor yang membuat game ini tetap bertahan di tengah persaingan game mobile lainnya. Game MOBA atau Multiplayer Online Battle Arena membutuhkan dukungan network yang stabil agar bisa lancar dimainkan. Moonton sendiri sudah memiliki 500 server bahkan lebih yang ada di seluruh dunia yang bisa menjangkau seluruh user.

Tak hanya itu, ukuran file Mobile Legends juga cukup kecil. Ini tentu bertujuan supaya pengguna dengan koneksi internet yang masih lambat tidak merasa terbebani saat mengunduh data tambahan ketika sedang main game. Tak hanya itu, Moonton juga memberikan perhatian untuk para pemain yang memiliki smartphone dengan spesifikasi rendah. Pihak pengembang Mobile Legends memastikan bahwa permainan ini bisa digunakan untuk semua jenis smartphone, termasuk smartphone yang masuk kategori entry level.

Ada banyak hal lainnya yang membuat game buatan Moonton ini masih tetap subur di berbagai negara, termasuk di Asia dan Amerika. Inovasi baru yang terus dilakukan pada Mobile Legends membuat para pemain betah untuk terus memainkan game ini.