Bos Louvre Tambahkan Tuntutan Pada Moonton

Bos Louvre Tambahkan Tuntutan Pada Moonton

July 4, 2019 0 By vidi

Konflik berkepanjangan antara Louvre dengan Moonton sepertinya belum juga menemukan titik terang. Awalnya, CEO Louvre, Erick Herlangga, mengungkapkan kekecewaannya atas pelayanan yang kurang baik selama kejuaraan MSC 2019 yang mana sangat merugikan pemain dan juga tim yang bertanding. Konflik kemudian berlanjut saat Louvre membuat petisi  untuk menghentikan MPL Season 4 yang mengharuskan tim untuk membayar hingga Rp 15 Miliar. Jumlah yang tidak sedikit untuk sebuah turnamen yang harusnya bisa diikuti dengan syarat yang mudah.

Petisi yang digagas oleh Bos Louvre tersebut sudah ditandatangani lebih dari 35.000 orang. Menanggapi petisi tersebut, pihak Moonton pun sudah merilis klarifikasinya melalui postingan di akun sosial media Facebook. Dalam postingan tersebut, Moonton menjelaskan secara detail rencana ke depan berkaitan dengan pengembangan MPL dan juga komunitas Esports di Indonesia. Investasi yang memang tidak sedikit tersebut akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kesejahteraan tim dan pemain. Investasi tersebut juga digunakan untuk mendukung kemajuan esports di Indonesia.

Tak hanya menjelaskan rencana ke depan MPL, Moonton juga menyatakan secara tegas bahwa dirinya tak segan-segan untuk menempuh jalur hukum pada pihak-pihak yang mencemarkan nama baik Moonton. Pernyataan ini tentu saja ditujukan salah satunya untuk CEO Louvre yang selama ini gencar melakukan protes. Lalu, seperti apa tanggapan dari Erick Herlangga.

“Maju tak gentar”. Itulah sebuah kalimat yang cocok untuk Erick Herlangga. CEO Louvre tersebut sudah menyatakan diri untuk tidak mengikuti MPL Season 4. Tak hanya itu, sebagai tokoh yang menggagas petisi tersebut, Erick pun memberikan tanggapan melalui update Instagram Stories.

Berdasarkan postingan instastory tersebut, Erick mengatakan bahwa keputusan Moonton untuk menempuh jalur hukum kepada dirinya dan juga 35.000 orang yang menandatangani petisi tidak dapat dipahami. Erick juga mengatakan bahwa dirinya tidak takut dengan ancaman-ancaman yang dilontarkan oleh Moonton. Bagaimanapun, menurutnya, apa yang ia lakukan adalah untuk masa depan komunitas esports sendiri. Ancaman tersebut juga sekaligus membuat Erick lebih bertekad untuk bertemu langsung dengan Moonton demi membicarakan 2 hal penting kepada Moonton.

Mobile Legends Intercity Championship

moonton

Kita tentu memahami niat baik Erick yang lebih mementingkan prestasi atlet Indonesia dalam mengikuti SEA Games. Bagaimanapun, kejuaraan SEA Games akan berlangsung akhir tahun ini. Kejuaraan ini juga sekaligus membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.

Dalam postingan instastory tersebut, Erick juga sekaligus menambahkan tiga tuntutan kepada pihak Moonton. Pertama, Moonton harus mau membayar uang jaminan sebesar 50 persen dari Rp 140 miliar di suatu bank. Hal ini bertujuan jika suatu ketika game ini mati dan juga MPL yang hanya dilakukan 2 tahun sekali, owner masing-masing tim bisa mengambil uang mereka kembali. Kedua, Erick juga meminta kepada Moonton untuk mengganti cara pembayaran. Pembayaran yang harus lunas sebelum MPL berlangsung harus diganti menjadi 5 tahun. Terakhir, Erick meminta penghapusan pasal bunga jika owner tim telat membayar.

Sebagai orang yang berkecimpung dalam dunia esports, wajar sekali jika Erick mengungkapkan pendapatnya. Pada dasarnya, tujuan Erick dan Moonton adalah sama, yaitu ingin membuat komunitas Esports Indonesia lebih baik. Semoga saja ada jalan tengah dari masalah ini.

Moonton sendiri baru akan menggelar konferensi pers pada 23 Juli 2019 mendatang. Konferensi ini akan membahas lengkap tentang MPL Season 4 dan juga arus “investasi” yang telah dibayarkan oleh masing-masing tim yang bertanding. Sampai hari tersebut tiba, mari kita doakan yang terbaik.