Monochrome Esports, Tim yang Berhasil Diundang Riot Games

Monochrome Esports, Tim yang Berhasil Diundang Riot Games

April 19, 2021 0 By admin

Monochrome Esports menjadi salah satu tim yang beruntung. Sebab, mereka mendapat undangan resmi dari Riot Games. Mereka diundang untuk bertanding di Wild Rift Southeast Asia Icon Series 2021.

Melalui laman resmi Riot Games, mereka masuk ke daftar tim yang berlaga di ajang bergengsi tersebut. Turnamen Wild Rift SEA Icon Series 2021 diikuti oleh 52 tim dari Asia Tenggara dan Taiwan.

Pada match kedua, mereka harus kalah dari Morph Team dengan skor 2-0. Sebenarnya, bagaimana sepak terjang mereka di dunia esports? Simak penjelasannya di sini!

Game Awal Monochrome Esports

Monochrome sendiri terbentuk pada 8 Februari 2020 lalu. Sebelumnya, mereka berasal dari komunitas game mobile. Seluruh anggota komunitasnya adalah para penggemar dan pelaku game mobile di Indonesia.

Awalnya, Monochrome Esports adalah salah satu tim yang bersinar di Call of Duty Mobile. Tak heran, kalau tim tersebut masih terdengar asing. Berkat ambisi CEO Monochrome Petrus Clever, timnya semakin berkembang pesat.

Bahkan, Monochrome pernah menaungi 12 tim Call of Duty Mobile. Jumlah itu tidak termasuk tim utama dan ladies. Kemudian, banyak pemain game mobile yang ingin bergabung dengan Monochrome.

Setelah sukses di divisi Call of Duty Mobile, Monochrome membentuk tim khusus LoL: Wild Rift. Akhirnya, para roster Monochrome Wild Rift diundang ke ajang SEA Icon Series: Pra-Season pada Maret 2021 lalu.

Petrus pun mengungkapkan alasannya membentuk tim Wild Rift sebagai divisi MOBA pertama Monochrome. Alasannya, mereka melihat potensi MOBA yang semakin maju.

Lalu, peminatnya cukup banyak di Asia Tenggara, terutama Indonesia. Selain itu, Monochrome ingin menjadi ikon baru di divisi Wild Rift. Menariknya, hanya ada satu pemain yang pernah berkarir di MOBA, yaitu Felix Willim (RAAIZEL). 

Tim Wild Rift dari Monochrome memiliki enam pemain, yakni Dian Alvian (RELIVIZE), Zulkarnain (ROBBER), Setia Permata Agung (FELCY), Felix Willim (RAAIZEL), Hengky (INSIGHT), dan Jabang Nagari (NOYES).

Ada Arti Dibalik Sebutan “MORE”

Founder sekaligus Head of Esports Monochrome, Tom Putra menjelaskan, Monochrome memiliki sebutan “MORE” di kalangan penggemarnya. Ternyata, ada arti tersendiri dibalik sebutan tersebut. Sebenarnya, MORE adalah singkatan dari Monochrome Esports.

Menurutnya, MORE dalam bahasa Inggris memiliki arti “lebih”. Lebih tepatnya, Monochrome tidak pernah merasa puas dengan pencapaiannya. Mereka punya ambisi untuk terus berkembang dan menunjukkan potensinya.

“Membimbing seluruh pemain agar menjadi lebih baik lagi. Lalu, mereka dapat menunjukkan potensi terbaiknya,” ujar pria yang akrab dipanggil Pak Tepe itu.

Selain itu, ada pula tagar khusus untuk mendukung Monochrome, yaitu #BelieveinMORE. 

Ingin Membuat Pemain Monochrome Sukses

Pak Tepe juga menjelaskan, ada tantangan tersendiri dalam meningkatkan kemampuan di bidang esports. Selain menyadarkan masyarakat, Monochrome sangat mendukung esports untuk terus berkembang.

Ia pun mengaku senang bisa membimbing pemain yang belum berpengalaman. Sebab, semuanya harus dimulai dari nol dan pantang menyerah.

“Senang bisa membimbing pemain yang belum berpengalaman. Itulah peran manajemen untuk mengajarkan mereka. Misalnya, bagaimana menjadi kapten yang baik. Kemudian, membangun chemistry dengan pemain lainnya,” katanya.

Pada intinya, rasa kekeluargaan Monochrome di atas segalanya. Ia berharap, Monochrome bisa sukses dan menjuarai berbagai turnamen, mulai dari nasional hingga internasional.

Monochrome Esports memang masih terbilang baru di dunia esports. Namun, tim ini punya potensi yang menjanjikan. Patut dinantikan segala pencapaian yang bakal mereka raih di Wild Rift.

Untuk berita selanjutnya seputar Monochrome, atau informasi mengenai jadwal turnamen esports lokal s/d nasional, kalian bisa cek terus informasi updatenya di Gametweeps yah!