Donkey Mengatakan Hak Atlet Esports Belum Fair

Donkey Mengatakan Hak Atlet Esports Belum Fair

June 2, 2021 0 By admin

Berbicara mengenai esports ini tidak semata-mata hanya terkait turnamen atau bertanding saja. Melainkan esports ini merupakan cabang olahraga yang melibatkan banyak pihak loh!

Pertama ada atlet dan juga tim esports, yang mana adanya kontrak kerja sebagai atlet esports profesional juga mesti memperhatikan mengenai hal tersebut.

Sejatinya adanya kontrak tersebut berisikan ketentuan atau suatu perjanjian yang memberi aturan hukum antara pemain dan tim yang di naunginya.

Sangat di sayangkan, ikatan kontrak pada ekosistem esports di Indonesia masih suka merugikan pihak pro player itu sendiri, dan permasalahan inilah yang masih menjadi kontroversi yang belum terselesaikan.

Karena jika dilihat dari sisi lain, esports ini belum menemukan landasan yang jelas (sah). Ada salah satu esports figure yang blak-blakan ngebahas permasalahan ini, yakni mantan player dari EVOS Legends bernama, Donkey (Yurino).

Satu dari anggota Geng Kapak ini berani angkat suara lewat postingan Instagram Stories milik pribadinya. Dia membandingkan adanya ketentuan / perjanjian pemain sepak bola Indonesia, telah mendapatkan hak mereka secara adil, dan berbeda dengan tim esports yang belum adanya hal tersebut.

“Kita bisa lihat di tim sepak bola, yang mana semua pemain telah mendapat haknya dengan fair. Yang mana kalau misalkan tahun depan kontraknya dia habis dan tidak ada kesepakatan, maka setiap pemain bebas bergabung ke tim mana saja.

Sedangkan pada ranah esports di Indonesia, banyak sekali talent / player yang dibodohi dengan adanya klausul ‘yang bila kontrak itu habis, malah enggak boleh ke mana-mana sampai jangka waktu yang panjang,” ucap Donkey.

Kemungkina kebanyakan dari kita masih ngerasa bingung kan! kenapa olahraga sepak bola ini bisa dijadikan perbandingan oleh Donkey (Yurino).

Sebenarnya sebagaian dari kita sudah mengetahui jelas, bahwa esports Indonesia ini sudah mendapatkan treatment ala olahraga semacam itu.

“Yang lagi gue bahas ini adalah klausul ya. Tapi kalau potongan-potongan di esports seperti stream, hadiah, dan lainnya itu masih lumrah lah.

Yang enggak masuk akal itu ialah klausul-klausul yang enggak bersifat manusiawi, dan enggak bisa dijabarin satu persatu,” ujar Donkey.

Sejatinya lumayan cukup sulit buat memahami jelas, terkait apa saja poin yang tidak manusiawi seperti yang dimaksud oleh Donkey (Yurino).

Namun setidaknya, kalian sudah mendapatkan gambaran kalau kenyataannya pro player tidak di perbolehkan pergi dari tim semuda itu.

Maksud dari perkataan Donkey ini adalah menjelaskan, bahwa hak para player belum benar-benar sah dilindungi, karena belum adanya super agent layaknya pada sepak bola.

Donkey (Yurino) sangat mengharapkan sistem olahraga sepak bola ini, menjadi tolak ukur supaya pemain dan manajemen dapat mengedepankan profesionalitas kedepannya.

Lantas bagaimana menurut kalian mengenai hal semacam ini? Apakah setuju dengan argumen Donkey atau kalian mempunyai pandangan lainterkait klausal? Langsung saja tulis komentar kalian dibawah ini yah!